Selasa, 08 September 2015

SAP METPEN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Mata Kuliah                 : METODOLOGI PENELITIAN PAI-1
Jumlah Kridit               : 2 sks
Semester                    : V D
Fakultas/Jurusan        : FTIK/TMT
Dosen Pengampu       : Dr. Agus Zaenul Fitri., M.Pd/NIP.198108012009121004
E-mail                          : guszain@yahoo.co.id/ guszain09@gmail.com
Blog                             : guszainexcellence.blogspot.com/zafazain.blogspot.com
Mobile  Phone             : 082142142232 / (for sms 083846499100)

Standar Kompetensi:
   Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep penelitian ”PAI” serta mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran.

A.  Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah kebahasaan membahas secara mendalam konsep penelitian pendidikan khususnya dalam lingkup pendidikan agama Islam baik penelitian kuantitatif maupun penelitian kualitatif. Oleh sebab itu, materi mata kuliah ini pada dasarnya adalah konsep-konsep teoretis dan praktis pelaksanaan penelitian pendidikan dari tahap perumusan masalah hingga analisis dan interpretasi hasil penelitian. Isi pokok mata kuliah ini meliputi: (1) konsep dasar penelitian pendidikan, (2) ragam penelitian pendidikan, (3) konsep dasar dan proses pelaksanaan penelitian kuantitatif, (4) konsep dasar dan proses pelaksanaan penelitian kualitatif, (5) konsep dasar dan pelaksanaan PTK, dan (6) strategi menyusun proposal dan laporan penelitian. Dengan mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep penelitian pendidikan dan mampu menyusun serta melaksanakan penelitian di bidang pendidikan pada akhir masa studi dan kelak pada saat berkerja di lingkungan persekolahan.

B.  Indikator Umum
1.      Menjelaskan pengertian penelitian pendidikan, ruanglingkup dan tujuan.
2.      Mendeskripsikan dan menjelaskan penelitian kuantitatif beserta karakteristiknya.
3.      Mendeskripsikan dan menjelaskan penelitian kualitatif beserta karakteristiknya.
4.      Menunjukkan perbedaan diantara penelitian kualitatif dan kuantitatif.
5.      Memahami secara komprehensif penelitian dalam pendidikan.

C.  Materi Pembelajaran:
PTM
MATERI
SUB MATERI
I
KONTRAK PERKULIAHAN
Kontrak belajar, penjelasan SAP dan sistem pembelajaran.
II
KONSEP DASAR PENELITIAN PENDIDIKAN

a.    Pengertian penelitian pendidikan
b.    Rasionalisasi perlunya penelitian
c.    Tujuan penelitian pendidikan
d.    Fungsi penelitian pendidikan
e.    Proses penelitian pendidikan
f.     Beberapa keterbatasan penelitian pendidikan

III
RAGAM PENELITIAN PENDIDIKAN
a.    Metodologi dan metode penelitian
b.    Jenis-jenis metode penelitian pendidikan
c.    Jenis lingkup penelitian pendidikan
IV
PERBEDAAN PENELITIAN KUANTIATIF DAN KUALITATIF
1.    Perbedaan paradigma penelitian
2.    Kapan penelitian kuantitatif dan kualitatif digunakan
3.    Apakah metode kuantitatif dan kualitatif dapat digabungkan.
V
KONSEP DASAR PENELITIAN KUANTITATIF
a.    Pengertian penelitian kuantitatif
b.    Masalah penelitian
c.    Rumusan masalah
d.    Prosedur penelitian kuantitatif
VI
MASALAH, FOKUS, JUDUL DAN TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF
a.    Masalah dalam penelitian kuantitatif
b.    Masalah dan rumusan masalah
c.    Judul penelitian kualitatif
d.    Kedudukan teori dalam penelitian kualitatif
VII
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
VIII
PELAKSANAAN PENELITIAN KUANTITATIF
a.    Variabel, definisi operasional, dan instrumen penelitian
b.    Data sumber data penelitian
c.    Pengumpulan data, analisis data,dan penarikan Simpulan
IX
PENELITIAN KUALITATIF
a.    Konsep dasar penelitian kualitatif
b.    Tahapan penelitian kualitatif
c.    Data penelitian kualitatif
X
MASALAH, FOKUS, JUDUL DAN TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF
e.    Masalah dalam penelitian kualitatif
f.     Fokus penelitian dan pertanyaan penelitian
g.    Judul penelitian kualitatif
h.    Kedudukan teori dalam penelitian kualitatif
XI
PENGUMPULAN DATA PENELITIAN
KUALITATIF
a.    Observasi
b.    Wawancara
c.    Dokumen
d.    Instrumen kunci dan kelebihan dan kekurangan teknik pengumpulan data
XII
ANALISIS DATA KUALITATIF
a.    Konsep analisis data kualitatif
b.    Penafsiran data kualitatif
c.    Aplikasi penelitian kualitatif: Studi kasus
XIII
VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENELITIAN KUALITATIF
a.    Pengertian
b.    Uji validitas dan reliabilitas penelitian kualitatif
XIV
PENGECEKAN KEABSAHAN DATA PENELITIAN KUALITATIF
a.    Triangulasi
b.    Transferabilitas
c.    Confirmabilitas
d.    Dependabilitas
XV
PENGGABUNGAN METODE PENELITIAN
a.    Pengertian
b.    Tujuan
c.    Prosedur
XVI
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

D.  Strategi Pembelajaran
Untuk mengembangkan sejumlah Kompetensi di atas, Mahasiswa harus mengikuti Proses Belajar Mengajar (Learning Processes) dan Sejumlah Strategi Pembelajaran (Learning Strategies) berikut ini:
1.      In-class Activities (keaktifan dalam Kelas)
a)    Lectures Presentation (Presentasi Dosen)
b)    Group & Classroom Discussions (Kelompok Diskusi)
c)    Essay Presentation (Presentasi Makalah)
d)    Problem Solving
e)    Active Learning dan Partisipatoric Learning (Pembelajaran Partisipatorik)
f)     Pembelajaran Berbasis Portofolio (Portofolio)
2.      Out-class Activities (Aktivitas di Luar Kelas)
a)    Reading Assigned texts and go to Library
b)    Information Searching and Processing
c)    Individual and Group Assignments
3.      Media Pembelajaran
a)    Whiteboard/Spidol
b)    Literatur/bahan pustaka
c)    Ruang Kuliah
d)    Notebook/LCD

E.  Penilaian
No
Components
(points)
Comments
1
Attendance (Kehadiran)
 15 % (10 points)
Kehadiran minimal 75 %
2
Group Presentation
25 % (25 points)
Terlambat Kumpul Makalah akan mengurangi point anda
3
Middle Task
20 % (20 points)
Tepat Waktu
4
Final Task
25 % (20 points)
Tepat Waktu
5
Partisipasi di kelas
15 % (15 points)
Tepat Waktu
Total Points
100 % (100 points)


F.   Referensi
Alwasilah, A. C. 2008.Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya.
Ary, Jacobs, danRazavieh. (2000) PengantarPenelitiandalamPendidikan.(Alih Bahasa :Arief Furchan). Surabaya : Usaha Nasional.
Berg, B.L. 2007. Qualitative Research Methods for the Social Sciences. Boston: Pearson.
Borg Walter, R & Gall Joyce, P. (2003). Educational Research An Introduction.Sevent Edition. USA: Library of Congress Catalogingin- Publication Data.
Brannen. 1997. Mixing Methods Qualitative and Quantitative Research. Diterjemahkan oleh Kurde. Yogyakarta: PustakaPelajar.
Cartwright Carol, A & Cartwright, GP. (1998). Developing Observation Skilsl. USA: Longman Inc.
Cresswell, J.W. 1998. Qualitative Inquiry and Research Desain: Choosing among Five Tradition. California: Sage Publications.
Cresswell, J.W.2007. Mix Method. London: SAGE Publicational.
Cresswell, J.W. 2008. Educational Research: Planning, Conductiong, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. New York: Pearson Merril Prentice Hall.
Cresswell, J.W.2010. Research Design:Qualitative & Quantitative Approaches. London: SAGE Publicational.
Denzin, N.K. and Lincoln, Y.S. 2009. Handbook of Qualitative Research. Terjemahan oleh Dariyatno dkk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fraenkel, Jack R. dan Norman E. Wallen. 2009. How to Design and Evaluate Research. Sevent Edition Singapore: mcGraw-Hill Inc.
Gall, M.D. et al. 2001. Educational Research: an Introduction. New York: Allyn and Bacon. Hopkins, D. (2008). A Teacher’s guide to Classroom Reseach.Buckingham: Open University Press.
Krathwohl, D.R. 1998. Methods of Educational & Social Science Research An Integrated Approach. New York: Longman.
Maxwell. 1996. Qualitative Research Design: an Interactive Approach. California: Sage Publications
McMillan, J.H dan Schumacher, S. (2001). Research in Education: A Conceptual Intro-duction(5th ed.), US, Longman.Inc.
-----------. 2008. Educational Research: Fundamental for the Consumer. New York: Pearson Merril Prentice Hall.
Miller, C. 2001. Action Research. Florida: South Florida Center for Educational Leaders
Mills Geoffrey, E. (2000).Actioan Research: A Guide For The Teacher Researcher. New Jersey. Colombus, Ohio: Merrill, an Imprint Prentice Hall.
Moleong, L. J. 2001. Metologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosydakarya.
O’ Brien, R. 1998. An Overview of the Methodological Approach of Action Research. Toronto: University of Toronto
O’Donoghuedan Punch. 2003. Qualitative Educational Research in Action. London: RoutledgeFalmer.
Satori dan Komariah. 2009. Metodologi Penelitian Kualitiatif. Bandung: Alfabeta.
Silverman, David.2005. Doing Qualitative Research. London: Sage Publications.
Stake, R.E. 1995.The Art of Case Study Research. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Sugiyono. 1997. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2007. Metode PenelitianPendidikan: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N.S.. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:RemajaRosdakarya
Wallace, M.J. 2000. Action Research for Language Classroom. New York: Cambridge University Press.

Senin, 15 Juni 2015

MENULIS ITU MENYEHATKAN

Menulis sesungguhnya dapat mengukur kecepatan seseorang dalam berfikir dan juga menunjukkan keseimbangan antara pikiran dan body kinestetik. Dengan menulis, maka koneksi antara koginisi dan psikomotornya akan terus terbangun, bahkan afeksi atau perasaan seseorang yang menulis juga akan dapat dilihat dari isi tulisan itu sendiri.

Seorang psikolog yang bernama Elizabet mengatakan: "Writing helps us track our spinning thoughts and feelings, which can lead to key insights". Bahwa dengan menulis kecepatan putaran berfikir dan perasaan dapat menjadi wawasan kunci. Menulis yang didasari dengan pikiran dan perasaan adalah ukuran wawasan setiap individu.
Seringkali kita memiliki rasa khawatir, takut dan memori dalam diri. ketika kita menggunakan tubuh kita melakukan hal-hal positif seperti menari, olahraga- kita ada saat ini, mendiami diri kita dan juga menyembuhkan diri sendiri. Menulis adalah gerakan kecil tetapi sangat luar biasa ketika kamu menulis apa yang ada di dalam pikiranmu. “


Menuliskan agar kamu terus berada pada pusaran masyarakat dan sejarah bangsa.
Selamat menulis.!

Selasa, 03 Februari 2015

PENULIS PEMULA YANG TERSINDIR

Sengaja saya membuat judul "Ingin Menulis" karena memang keinginan itu sudah ada sejak lama, tetapi susah sekali mengambil momentumnya. Saat membaca salah satu tulisan dari teman bernama Ngainun Naim yang memberikan satu buku yang sangat luar biasa dengan judul "The Power of Writing", diawal-awal paragrafnya saya menemukan satu kalimat yang sangat menggugah sekaligus menyindir kita walaupun penulis mungkin tidak bermaksud begitu, akan tetapi kutipan yang berbunyi "penulis besar tidak akan larut dalam kondisi spririt yang menurun. Ia akan selalu berusaha mencari jalan agar spirit menulis kembali meningkat. Sementara penulis pemula, ia akan pasrah pada keadaan, pasif dan menunggu datangnya momentum untuk menulis". semacam menujukkan identitas seseorang sebagai "pemenang atau pecundang". Sebagai pendidik, memang sudah selayaknya selalu memotivasi dan menginpirasi orang lain, akan tetapi rasanya sulit diwujudkan jika motivasi dan inspirasi itu tidak muncul dari dalam dirinya yang kemudikan mempengaruhi perilaku sendiri. sebab, bagaimana mungkin orang lain akan terinspirasi jika dirinya sendiri saja tidak mampu menginpirasi,
Pada bagian yang lain, saya juga mulai membuka lagi blog saya yang sudah cukup lama tidak ada tulisan lagi tentang apapun itu, baik yang sifatnya akademik, sekedar ide sederhana atau apa saja yang merupakan bagian dari pengalaman sehari-hari yang bisa dituangkan. Ngainun Naim juga menjelaskan bahwa kesulitan menulis biasanya disebabkan karena "jam terbang" menulis yang belum tinggi. dan membuat blog merupakan salah satu sarana dengan semakin sering mengisi berarti semakin terlatih menulis kita. Tidak ada cara lain, untuk membangkitkan semangat menulis kecuali dengan menulis itu sendiri, sejelek apapun atau bahkan sependek apapun paragraf yang kita buat. Semoga, tulisan ini bisa memotivasi diri saya kembali untuk menulis agar tidak menjadi penulis pemula terus menurus. Sebab, saya teringat dengan ungkatan Heraklitus bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Maka dengan menulis perubahan demi perubahan akan tampak semakin jelas ke arah perbaikan kualitas diri dan orang lain.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Refleksi Diklat Penelitian Advance

Peneliti yang tidak biasa.

Pelatihan tentang penelitian biasanya berbicara seputar metode dan teknik yang digunakan, tetapi berbeda dengan kajian yang hari ini disampaikan oleh Prof NurHaidi, P.hD ada beberapa catatan penting, yaitu:
1. Agar penelitian tidak berputar-putar pada problem dan kajian yang biasa saja, maka rumus mencari celahnya dengan selalu menghadirkan: paradoks, ironi, dan keunikan dari riset yg kita akan lakukan.
2. Peneliti harus berani berfikir secara Substantif Imagery menuju Scientific Imagery.
3. Menghubungkan isu2 terhadap variabel (link issue to variables)
4. Keluar dari kotak yang membatasi kebebasan dalam melakaukan riset.
5. Menawarkan sesuatu yang tidak dipikirkan orang lain.

Catatan hari kedua, Prof. Kuswinarno
Penelitian kualitatif jangan terlalu percaya dengan hasil wawancara, tetapi justru banyak mengekplorasi dari kegiatan pengamatan yang dilihat dan dirasakan peneliti selama penelitian dengan terus menerus melakukan triangulasi.

bersambung....


Rabu, 29 Januari 2014

TUGAS LAMA YANG BARU/TUGAS BARU YANG LAMA

Entah mana yang lebih pas, tugas lama yang baru atau tugas baru yang lama. Kemarin adalah hari pelantikan bagi direktur pascasarjana, kepala lembaga dan sekretaris, serta kepala unit pelaksana di lingkungan IAIN Tulungagung.
Awal mula saat saya mengabdi di STAIN Tulungagung sebelum berubah menjadi IAIN Tulungagung ditugaskan sebagai anggota Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) yang bertugas membantu kerja lembaga tersebut, yang memang berat sekali tugasnya karena selain harus membuat institusi kampus menjadi semakin bermutu juga PPMP sendiri harus bermutu, sayangnya waktu itu saya tidak bisa membantu secara maksimal, karena pada tahun berikutnya saya diminta menjadi kaprodi PAI program pascasarjana (S2) sampai kemarin hari rabo, 29 Januari 2014 akhirnya saya harus membantu PPMP dengan nama baru yaitu Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) sebagai sekretaris. Sehingga ini saya sebut sebagai tugas lama yang baru sebab sudah lama terlibat dengan masalah mutu, standar, prosedur, audit dsb, tetapi baru dilantik, atau tugas baru yang lama, sebab perubahan nama dari PPMP menjadi LPMP merupakan tugas baru untuk menjadikan IAIN menjadi semakin berkualitas, dengan pengalaman lama mudah2an masih bisa merestorasi kembali serta merekonstruksi sistem baru yang lebih baik.
Memperbaiki mutu lembaga pendidikan dan pendidikan itu sendiri, perlu keterlibatan semua pihak terutama leader dan manajer puncak, sebab jika tidak posisi LPM akan selalu dilemahkan karena bagi orang yang tidak faham akan pentingnya menjaga dan menjamin mutu hanya dianggap sebagai polisi kampus saja yang tugasnya mencari salah atau dalambahasa ISO 9001:2008 adalah nonconformity (ketidaksesuaian) antara janji dengan kenyataan, padahal tugas LPM tidak hanya mencari kesalahan, tetapi membangun sistem, menjalankannya, mengaudit, serta memperbaiki kesalahan-kesalahan prosedur untuk meningkatkan performansi lembaga. Dengan demikian, butuh komitmen dari semua civitas akademika IAIN Tulungagung.
Apapun itu, bahwa jabatan apapun adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan. Mudah2an Allah swt memudahkan langkah kita semua dan semoga menjadi semakin baik, berkualitas dan berkah. Amin

Selasa, 14 Januari 2014

MAULID ROSUL MUHAMMAD SAW

MENGIKUT RASUL SAW ATAU MENELADANINYA?

Muhammad saw adalah sosok yang paling sempurnya, karena kesempurnaannya itulah maka sebagai umatnya tentu perlu senantiasa berusaha untuk mencontohnya. Pertanyaan kemudian apakah kita harus mengikuti rasul atau meneladinya. Pertama, Rasul saw pergi ke gua Hira untuk menerima wahyu pertama, ini perlu kita ikuti atau teladani. Kedua, rasul saw menjadikan shalat sunnah malam seperti shalat wajib, ini kita ikuti atau teladani. Ketiga, rasul saw panjang rambutnya sebahu, kita ikuti atau teladani. Keempat, rasul saw berpoligami ini kita ikuti atau teladani. Kelima, rasul melakukan isro' mi'roj dalam rangka menghadap Allah SWT untuk menerima perintah Shalat, ini kita ikuti atau teladani???. Pertanyaan itulah yang harus kita jawab sebagai umatnya.
Begitu sempurnanya rasul saw sehingga kita sebagai umatnya tidak diwajibkan untuk meniru apa yang dilakukan rasul tetapi meneladinya, artinya hal -hal apa yang bisa kita contoh dari pribadi rasul saw, Muhammad al Basyar Laakal Basyari (Muhammad itu manusia tetapi tidak seperti manusia) pada umumnya. Sebab di samping beliau manusia pilihan, guru (pendidik) beliau adalah langsung Allah swt melalui malaikat Jibril sebagai pembimbingnya.
Tidaklah berlebihan jika sebagai umatnya kita merayakan kelahirannya (Maulid Nabi), bahkan semestinya setiap hari kita mengingat rasul  saw sebagai teladan yang mulia. Maulid Nabi hanyalah satu upaya dari pemerintah dan ulama Indonesia serta mungkin negara muslim lainnya untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana untuk senantiasa meneladani akhal rasul saw baik kepada Allah swt, sesama dan alam sehingga menjadi Insan Kamil (manusia sempurna) yang rahmatan lil alamiin.
Wallahu 'alamu bishowab.